Termenung bukanlah bingung
Muka merah bukanlah marah
Terhentak urat di leher
Mencibir bibir bak bajing nyengir
Bertahan, tak mungkin kutahan
Perlahan, ku coba lepaskan
Terperangkap dalam gelisah
Seketika nafasku terengah
Gemercik air mengiringi sepi
Detik demi detik pun mulai berganti
Rona ceria perlahan pergi
Nyanyian tenggelam yang kini menemani
Satu persatu mulai pergi
Perlahan tapi pasti
Setiap detik yang berarti
Menyudutkanku tuk beranjak pergi
Perlahan ku mulai bangkit
Deru air seketika menderu deras
Hati yang tadi melawan sakit
Perlahan tenang tampak terbias
Menghilang, Mereka menghilang
Tenggelam, Mereka tenggelam
Merdeka, Aku merdeka
Kebebasan, tak lagi ku tersiksa
Selamat tinggal kenangan
Tak ada lagi perih yang menghantui
Selamat tinggal kenangan
Dan sekali lagi, "Selamat tinggal oh 'My Tai'..."
"Merdekaaaa" dan "Sayonara"
Muka merah bukanlah marah
Terhentak urat di leher
Mencibir bibir bak bajing nyengir
Bertahan, tak mungkin kutahan
Perlahan, ku coba lepaskan
Terperangkap dalam gelisah
Seketika nafasku terengah
Gemercik air mengiringi sepi
Detik demi detik pun mulai berganti
Rona ceria perlahan pergi
Nyanyian tenggelam yang kini menemani
Satu persatu mulai pergi
Perlahan tapi pasti
Setiap detik yang berarti
Menyudutkanku tuk beranjak pergi
Perlahan ku mulai bangkit
Deru air seketika menderu deras
Hati yang tadi melawan sakit
Perlahan tenang tampak terbias
Menghilang, Mereka menghilang
Tenggelam, Mereka tenggelam
Merdeka, Aku merdeka
Kebebasan, tak lagi ku tersiksa
Selamat tinggal kenangan
Tak ada lagi perih yang menghantui
Selamat tinggal kenangan
Dan sekali lagi, "Selamat tinggal oh 'My Tai'..."
"Merdekaaaa" dan "Sayonara"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar