apapun yang terjadi, tak akan merubah hatiku... terima kasih karena telah membuatmu membenciku... jika tiba waktunya, kamu tak akan melihatku lagi... kamu tak harus merasa bersalah, karena aku lah yang salah... aku dengan hidupku yang tak pernah bisa dimengerti... aku akan tetap jadi aku... mungkin rasa ini hanya aku yang rasa... jika tiba waktunya, kamu tak akan melihat air mataku lagi... kamu tak harus merasa malu... karena aku yang akan tunjukkan kepada semua orang kalau akulah si pengecut, akulah si orang tak tahu diri, akulah si orang tak bermoral, akulah si pecundang, akulah orang yang tak pantas untukmu, akulah orang yang tak pantas untuk hidup, akulah yang selalu membuatmu kecewa... akulah orang yang tak pernah membuatmu tenang... akulah yang menghancurkan segalanya... aku akan diam... sampai nanti tuhan mengambil semuanya dariku... silahkan ambil semua yang kau mau... silahkan lakukan apa yang kau mau... biar semua ini menjadi hadiah terindah dalam hidupku... terima kasih atas segalanya... kamu tak harus bohong ataupun jujur padaku... kau yang tunjukkan semuanya... kau yang terangkan jalanku... kau ajarkan aku tentang semua ini... kau yang yakinkan setiap langkahku... aku akan bertahan dengan semangat yang masih tersisa ini... apapun yang ku katakan tak kan ada artinya bagimu... semua yang ku katakan hanya akan membuatmu semakin membenciku... anggap semua ini hanya kau dan Tuhan yang tahu... aku hanyalah hal kecil yang tak harus dihargai... apapun yang aku rasakan hanya membuatmu semakin ingin meninggalkanku... apapun yang aku lakukan hanya akan membuatmu semakin merendahkanku... kamu tak harus repot untuk membenciku, karena aku pun membenci diriku sendiri, seperti kebencianmu kepadaku... hati ini milikmu, jiwa ini milikmu, rasa ini rasamu... terima kasih telah membuatmu menyesal sudah masuk dalam kehidupanku....

Selasa, 10 Januari 2012

Prahara Diri

Termenung bukanlah bingung
Muka merah bukanlah marah
Terhentak urat di leher
Mencibir bibir bak bajing nyengir

Bertahan, tak mungkin kutahan
Perlahan, ku coba lepaskan
Terperangkap dalam gelisah
Seketika nafasku terengah



Gemercik air mengiringi sepi
Detik demi detik pun mulai berganti
Rona ceria perlahan pergi
Nyanyian tenggelam yang kini menemani

Satu persatu mulai pergi
Perlahan tapi pasti
Setiap detik yang berarti
Menyudutkanku tuk beranjak pergi

Perlahan ku mulai bangkit
Deru air seketika menderu deras
Hati yang tadi melawan sakit
Perlahan tenang tampak terbias

Menghilang, Mereka menghilang
Tenggelam, Mereka tenggelam
Merdeka, Aku merdeka
Kebebasan, tak lagi ku tersiksa

Selamat tinggal kenangan
Tak ada lagi perih yang menghantui
Selamat tinggal kenangan
Dan sekali lagi, "Selamat tinggal oh 'My Tai'..."

"Merdekaaaa" dan "Sayonara"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar